Menu Tutup

Pernafasan

Sistem Pernafasan Terhadap Latihan

Adaptasi Sistem Pernapasan Terhadap Latihan

     Manusia dapat bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makan, beberapa hari tanpa minum. Namun tanpa bernapas, manusia hanya akan dapat bertahan beberapa menit saja.
Bernapas adalah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida dengan kembang kempisnya paru, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh kita dapat berjalan dengan baik.

     Otot pernapasan adalah otot yang menambah ukuran rongga dada terdiri dari: diafragma, otot yang menyekati rongga dada dan rongga perut; otot di antara tulang iga; otot tertentu di leher. Otot pernapasan ini berfungsi pada saat memasukkan dan mengeluarkan napas. Bila kita mengembangkan dada, berarti otot pernapasan berkontraksi, diafragma akan menekan rongga perut, mengakibatkan rongga dada membesar dan udara masuk ke dalam paru, sebaiknya bila dada mengempis udara keluar dari paru.

     Gerak yang diaplikasikan dalam bentuk latihan olahraga sepertinya telah menjadi rutinitas,bahkan dijadikan gaya hidup. Dengan alasan meningkatkan kesehatan, kekuatan, ketahana,kelentukan, kelincahan, dan kecepatan. Bila latihan dilakukan secara teratur dan sesuai dengan cara berlatih, maka diharapkan ada perubahan yang menunjang tujuan dari latihan.

Latihan yang mempengaruhi

     Latihan yang memakan waktu kurang dari 3 menit lebih tergantung pada mekanisme anaerobik. Kekuatan anaerobik tergantung dari persediaan energi ATP-PC dan pembentukan asam laktat. Pembentukan asam laktat tergantung dari persediaan glikogen dan nilai ambang anaerobik. Untuk meningkatkan kapasitas anaerobic maka diberikan latihan dengan beban maksimum dengan istirahat 4-5 menit. Untuk kekuatan dan ketahanan aerobik diperlukan otot-otot yang mempunyai kapasitas oksidasi yang tinggi dan pengangkutan O2 yang cukup dari paru dengan pertolongan jantung ke otot. Untuk aktifitas aerobik ini diperlukan persediaan energi berupa lemak dan karbohidrat. Pada latihan ringan maka sebagian besar energi berasal dari pembakaran lemak, lebih berat pekerjaan itu maka energi yang dibutuhkan lebih tergantung pada karbohidrat. Setelah predominan energi sistem diketahui, maka kita harus tahu prinsip latihan aerobik dan aerobik.

  1. Latihan Aerobik
    Olahraga aerobik (dengan oksigen) melibatkan kelompok-kelompok otot besar dan dilakukan dengan intensitas yang cukup rendah serta dalam waktu yang cukup lama, sehingga sumber-sumber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat sebagai jalur metabolisme predominan. Olahraga aerobik dapat dipertahankan dari lima belas sampai dua puluh menit hingga beberapa jam dalam sekali latihan.
  1. Latihan Anaerobik
    Latihan yang meningkatkan persediaan ATP-PC dalam otot, peningkatan kadar glikogen maupun peningkatan nilai ambang anaerobik denagn cara pembentukan asam laktat yang lebih sedikit pada beban yang sama maupun ketahanan terhadap keasaman ysng dissebabkan asam laktat.

Sistem Pernapasan Manusia

  1. Sistem Pernapasan Manusia
    • Rongga Hidung
    • Faring
    • Laring
    • Trakea
    • Bronkus dan Paru-paru
    • Bronkiolus dan Alveolus
  1. Proses Pernapasan
    Proses pengambilan udara masuk ke dalam tubuh disebut inspirasi atau menarik napas,sedangkan pengeluaran udara dari dalam tubuh disebut ekspirasi atau menghembuskan napas
  1. Mekanisme Pernapasan
    • Pernapasan Dada
      Pernapasan dada terjadi karena gerakan tulang-tulang rusuk oleh otot-otot antar rusuk (interkostal).
    • Pernapasan Perut
      Pernapasan perut terjadi karena gerakan otot diafragma (sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut).

Perubahan yang terjadi setelah olaraga

  1. Pemakaian oksigen sangat meningkat, karena otot yang aktif mengoksidasi molekul nutrient lebih cepat untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energinya.
  2. Produksi karbondioksida sangat meningkat karena otot yang lebih aktif melakukan metabolisme memproduiksi lebih banyak karbondioksida
  3. Ventilasi alveolus sangat meningkat.
  4. Penyaluran oksigen ke otot sangat meningkat.
  5. Pengurangan karbondioksida dari otot sangat meningkat
  6. Frekuensi pernapasan juga sangat meningkat

 

 


 

 

Sumber :
    Alan Stull. (1980) Encyclopedia of Physical Education, Fitness, and Sport, Utah: Brighton, Publishing Company.
    Fox, E.L, Bowers R.W, dan Foss, M.L. (1993). The Phsysiological Basis For Exercise and Sporth, fifth edition. Iowa: Brown & Benchmark Publisher.
    Guyton. (1995). Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Alih Bahasa: Petrus Andrianto. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
    Sherwood L, (2001). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, alih bahasa Brahm U. Pendit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
    Soekarman. (1987). Dasar Olahraga untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta: Inti Idayu Press

Jasa Fisioterapi Homecare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *