Menu Tutup

Layanan Terapi Okupasi, Siapa yang Membutuhkan?

Layanan Terapi Okupasi, Siapa yang Membutuhkan

Sebelum memutuskan terapi okupasi, dokter terlebih dahulu akan menentukan seberapa sulit pasien melakukan aktivitas sehari-hari dan mendiagnosis penyakit yang menyebabkan pasien mengalami hambatan fisik, mental, atau sosial.

Terapi okupasi mencakup program perawatan yang beragam dan unik untuk setiap pasien, yang dirancang untuk membantu pasien mencapai kepuasan hidup dan memastikan mereka memiliki pandangan positif. Terapis okupasi membantu pasien dari segala usia, dari anak-anak hingga orang tua. Pada pasien anak, lebih banyak perhatian diberikan pada pengembangan konsentrasi dan keterampilan sosial.

Terapi okupasi adalah bentuk terapi yang dirancang khusus untuk membantu orang dengan berbagai penyakit sebelumnya menjalani kehidupan. Terapi ini digunakan sebagai bagian dari program pengobatan untuk orang dengan penyakit seperti keterlambatan perkembangan sejak lahir, masalah kesehatan mental, atau cedera jangka panjang. Tujuan utama terapi okupasi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup Anda dan memaksimalkan kemandirian Anda. Ini membantu pasien mendapatkan harapan dan tujuan positif dalam hidup.

Kemana mencari Terapis Okupasi?

Saat ini, terapi okupasi tersebar luas dan mudah diakses. Jika terapi ini merupakan bagian dari rencana perawatan untuk kondisi kesehatan Anda, dokter akan merujuk Anda ke terapis. Jika Anda baru saja menjalani operasi, Anda dapat menghubungi terapis melalui rumah sakit tempat Anda menjalani operasi atau bisa mengunjungi website kami www.Indohomecare.com karena disitu tersedia layanan okupasi terapi

Siapa yang membutuhkan Terapis Okupasi?

Tujuan utama terapi okupasi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi okupasi sangat dibutuhkan untuk:

1.    Orang yang pulih dari cedera terkait pekerjaan dan kembali bekerja.

2.    Orang yang menderita gangguan fisik dan mental sejak lahir.

3.    Orang yang tiba-tiba mengalami kondisi kesehatan yang serius, seperti stroke, serangan jantung, cedera otak, atau phantom limb syndrome setelah amputasi.

4.    Orang dengan penyakit kronis seperti radang sendi atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

5.    Orang dengan masalah mental atau perilaku seperti penyakit Alzheimer, autisme atau ADHD, gangguan stres pasca-trauma, penyalahgunaan zat atau gangguan makan.

Selain pada orang dewasa, terapi ini juga dapat diberikan pada anak-anak yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti:

·       Down Sindrom

Terapi okupasi dapat digunakan pada anak-anak dengan Down Sindrom. Kondisi ini muncul karena adanya kelainan genetik yang mengarah pada gangguan perkembangan fisik dan mental yang berujung pada kesulitan belajar.

·       Cerebral Palsy

Kondisi lain yang juga memerlukan terapi okupasi adalah cerebral palsy, yaitu gangguan pada otak dan sistem saraf yang menyebabkan tubuh anak bergerak dan berkoordinasi secara tidak normal.

·       Dispraksia

Terapi okupasi juga dapat digunakan pada anak-anak dengan Dispraksia yang memiliki masalah dengan gerakan dan koordinasi tubuh.

Terapi okupasi tidak perlu dilakukan di rumah sakit, karena terapi ini dapat dilakukan di rumah atau di tempat yang diinginkan oleh terapis okupasi. Karena dokter atau ahli medis lainnya bisa menemani mereka kemanapun mereka mau. Misalnya di tempat kerja, di sekolah atau di rumah. Namun, sebagian besar terapi okupasi paling sering dilakukan di rumah sakit. Tanyakan kepada dokter, ahli, atau tempat yang tepat untuk terapi okupasi atau bisa mengunjungi website kami www.Indohomecare.com karena disitu tersedia layanan okupasi terapi.

Referensi:

NHS UK (2017). Health A – Z. Occupational Therapy.

NHS UK Cambridge University Hospitals. What is occupational therapy?

https://www.alodokter.com/aneka-layanan-terapi-okupasi-dan-siapa-yang-membutuhkannya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *