Menu Tutup

Mengenal lebih dalam dengan Terapis Wicara

Mengenal lebih dalam dengan Terapis Wicara

Terapi wicara adalah terapi yang dilakukan untuk merehabilitasi ketidakmampuan fungsi bicara dan menelan untuk berkomunikasi dengan baik. Terapis wicara dapat merawat pasien dari anak kecil dengan keterlambatan bicara hingga orang tua dengan stroke atau kondisi medis lainnya. Beberapa contoh kondisi yang dapat ditangani oleh terapis wicara adalah kondisi dengan keterlambatan bicara, perubahan suara, ketidakmampuan memahami bahasa atau berbicara dengan baik. Layanan terapi wicara kami tersedia di berbagai daerah di Indonesia.

Layanan terapi wicara meliputi:

1.    Pemeriksaan kesehatan dan penentuan program terapi oleh terapis

2.    Pelatihan keterampilan dan stimulasi fungsi bicara

3.    Laporan perkembangan rutin kepada pasien dan deskripsi kemajuan pasien secara berkala

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Wicara dan Hasil yang Diharapkan?

Pasien dengan gangguan bicara, komunikasi dan menelan karena masalah kesehatan harus menjalani terapi wicara. Gangguan komunikasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang dalam menerapkan dan memahami pembicaraan dan berbahasa sebagai cara bersosialisasi. Gangguan tersebut antara lain keterlambatan bicara, perubahan suara, ketidakmampuan memahami ucapan atau berbicara dengan baik.

Contoh-contoh gangguan bicara adalah:

1.    Gagap

2.    Gangguan artikulasi atau bicara tidak jelas

3.    Kesulitan belajar, dalam membaca, mengeja, atau menulis

4.    Disartria atau gangguan artikulasi karena kerusakan saraf pusat

5.    Afasia atau gangguan berbahasa

Gangguan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

1.    Kelainan pertumbuhan, seperti celah bibir dan langit mulut

2.    Gangguan pendengaran

3.    Gangguan saraf

4.    Cedera otak

5.    Penyalahgunaan obat-obatan

Terapi wicara dapat dilakukan oleh orang tua sendiri dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, ibu dapat menggunakan gambar atau tulisan yang dapat mewakili konsonan tertentu. Anak kemudian diminta untuk menyebutkan dan mengulangi apa yang telah dilihatnya.

Pilihan lain adalah mengajar anak-anak menggunakan bahasa isyarat. Gunakan bahasa isyarat dengan mengucapkan kata-kata dengan jelas, perlahan, dan konsisten. Yang dimaksud dengan koheren adalah penggunaan kata yang sama untuk suatu objek. Misalnya, jika Anda ingin mengajarkan kata “pakaian”, ucapkan kata “pakaian” setiap kali Anda memegang benda itu. Jangan gunakan kata “pakaian” meskipun artinya sama.

Referensi:

Speech and Language Impairments.” Center for Parent Information and Resources. January 2011.

What Is Speech Therapy?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *