Menu Tutup

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas pelayanan perawatan intensif

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas pelayanan perawatan intensif

Unit perawatan intensif adalah lingkungan kerja yang rentan terhadap stres yang tinggi. Penyebab stres bagi personel perawatan intensif adalah: kondisi pasien kritis, ruang perawatan intensif dilengkapi dengan fasilitas canggih, lingkungan kerja yang sibuk dan membutuhkan keterampilan khusus. Kemudian ketika stres menumpuk, pengasuh mengalami berbagai gejala stres yang dapat mempengaruhi kinerja, kesehatan, dan bahkan mengancam kemampuan mereka untuk mengatasi lingkungan mereka.

Upaya pencegahan stres kerja bagi perawat ICU dapat dilakukan melalui pendekatan individu, pendekatan organisasi, dan pendekatan sosiokultural, religi, atletik, dan medis/psikiatri.

Untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pasien ICU, diperlukan kolaborasi antara profesi dokter, perawat, apoteker, radiografi, analis kesehatan, ahli gizi, terapis fisik, asisten biomedis, dan dokter rumah sakit. Dalam melayani pasien kritis, peran caregiver cukup luas untuk mengelola pasien dan bekerja sama dengan profesi lain untuk memberikan pelayanan yang berkualitas.

Pelayanan perawatan unit perawatan intensif adalah pelayanan bagi pasien dalam kondisi kritis dan mengancam jiwa dan oleh karena itu harus dilakukan oleh tim yang terlatih dan berpengalaman di unit perawatan intensif.

Tugas Perawat ICU:

1.   Melaksanakan semua tindakan keperawatan dan pemantauan klien

2.   Melaksanakan tugas limpahan tindakan medik sesuai dengan rencana pengelolaan klien

3.   Dalam keadaan darurat dapat memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kaidah – kaidah Resusitasi Kardiopulmoner Penunjang Hidup Dasar dan Lanjut (Basic and Advanced Life Support).

4.   Melaporkan kepada dokter ICU atau dokter jaga ICU tentang perubahan keadaan klien yang dirawat.

5.    Ikut menjaga dan bertangguang jawab agar semua peralatan medik maupun non medik di ICU berada dalam kondisi prima dan siap pakai.

Tujuan perawatan intensif menurut Standar Pelayanan Keperawatan di ICU (Dept. Kes. RI, 2006) adalah:

1.    Menyelamatkan nyawa

2.    Mencegah terjadinya kondisi memburuk dan komplikasi melalui observasi ketat dan monitoring yang ketat

3.    Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempertahankan hidup

4.    Mengoptimalkan fungsi organ pasien

5.    Mengurangi angka kematian dan kecacatan pada pasien kritis dan mempercepat proses penyembuhan pasien

Untuk mencapai tujuan ini, perawat unit perawatan intensif membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menjadi kompeten dalam merawat pasien sakit kritis. Kompetensi profesional keperawatan adalah kompetensi yang tidak terbatas pada kemampuan melakukan intervensi keperawatan, tetapi lebih penting lagi pada kemampuan memperoleh data yang valid dan reliabel serta kemampuan melakukan evaluasi fisik yang akurat, kemampuan mendiagnosis masalah dalam keperawatan, keterampilan mendiagnosis. , memilih dan menentukan intervensi yang tepat.

Kompetensi perawat untuk menangani pasien kritis dan mempertahankan kualitas layanan ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang memadai, tetapi juga tingkat perawatan tertentu dalam merawat pasien dengan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi caregiver dengan pasien, keluarga pasien, dan profesi atau entitas lain. Perawat perlu berkomunikasi dengan pasien sadar dan tidak sadar saat melakukan intervensi keperawatan, dan komunikasi penting dalam menentukan tingkat kesadaran pasien. Perawat perlu mengorientasikan ruangan terhadap keluarga, kondisi pasien berubah dari waktu ke waktu, dan hal-hal penting lainnya agar informasi tentang pasien diterima dengan baik dan tercapai kepuasan keluarga pasien. Hubungan perawat dengan unit lain atau profesi kesehatan lainnya juga memerlukan komunikasi dan kerjasama yang baik agar manajemen pasien kritis dapat tercapai secara optimal dan tujuan keselamatan pasien.

Referensi:

Rosjidi, Harun, C., (2011), Proses Keperawatan, Ponorogo: Umpo Press

Hardiono (2000), Konsep Dasar ICU,Instalasi Rawat Intensif RSUD Dr Soetomo

Titin Suprihatin Suprihatin (2015) Managemen Stress Kerja Pada Perawat ICU. E-Journal Keperawatan, Surabaya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *