Menu Tutup

Akupunktur sebagai Terapi pada Nyeri Pascaoperasi

Akupunktur sebagai Terapi pada Nyeri Pascaoperasi

Rasa sakit pasca operasi merupakan tantangan yang signifikan bagi penyedia layanan kesehatan. Sekitar 75% pasien mengalami nyeri sedang atau berat setelah operasi. Terapi andalan yang digunakan untuk mengobati rasa sakit pasca operasi adalah penggunaan analgesik opioid seperti morfin, hidromorfin, meperidin, atau fentanil. Dewasa ini akupunktur telah banyak digunakan untuk menginduksi analgesia. Akupunktur adalah teknik penyisipan dan manipulasi jarum halus di titik-titik tertentu pada tubuh untuk mencapai tujuan terapeutik. Akupunktur telah dipraktekkan secara luas di China selama lebih dari 4000 tahun dan merupakan bagian integral dari pengobatan tradisional Tiongkok.

 

Pertimbangan Sebelum Melakukan Terapi akupunktur

Junyi Wu et al. Pada tahun 2015, sebuah studi sistematis dari berbagai penelitian ilmiah tentang akupunktur dan moksibusi di China dari tahun 1980 hingga 2013 telah dilakukan. Sebanyak 133 penelitian telah dipublikasikan dan informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa akupunktur memiliki berbagai efek samping mulai dari yang ringan hingga yang parah.

Efek samping terapi akupunktur antara lain nyeri selama pengobatan, diare, iritasi kulit, pusing, sakit kepala, pneumotoraks, kerusakan sistem saraf pusat, kerusakan sistem saraf tepi, kerusakan organ, kerusakan otot dan jaringan lunak, sinkop, infeksi, perdarahan , dan jarum patah Komplikasi yang ditimbulkan. Untuk menghindari kecelakaan, pengobatan akupunktur harus dilakukan oleh spesialis atau ahli akupunktur. Selain itu, faktor kebersihan alat akupunktur juga menjadi pertimbangan yang sangat penting. Jarum akupunktur yang digunakan harus didesinfeksi dengan benar atau menggunakan jarum sekali pakai untuk menghindari infeksi menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan AIDS.

 

Jenis Akupunktur

Terdapat beberapa jenis akupunktur yang digunakan di seluruh dunia, yaitu:

·         Akupunktur tradisional, teknik terkenal yang hanya menggunakan jarum akupunktur sederhana.

·         Akupunktur Permanen (Intradermal Permanent Needle Acupuncture), teknik yang memiliki efek biostimulasi yang lebih tahan lama dan permanen pada titik-titik saraf, biasanya untuk pasien yang tidak ingin mengulangi akupunktur, selama 2-3 hari, sampai titik akupunktur terangsang secara biologis teknik yang menggunakan tekanan jari untuk merangsang titik akupunktur

·         Laser akupunktur, teknik yang menggunakan cahaya monokromatik, yaitu cahaya merah dengan panjang gelombang 680 nm, memanjang hingga kedalaman 1,2 cm. Jaringan otot tembus, yang dikembangkan oleh Profesor Mester Endre dari Hongaria, banyak digunakan untuk meredakan nyeri dan kaku  otot.

·         Electroacupuncture (EA) teknik yang menggabungkan akupunktur tradisional dengan elektrolit dan pengelupasan modern, banyak digunakan dalam pengobatan stroke. Hampir tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan keefektifan terapi akupunktur ini.

·         Massage technique with electrical instruments applied to acupoints, Teknik pijat elektrik diterapkan pada titik akupunktur, teknik pijat khusus yang dipadukan dengan peralatan

Referensi:

Vickers AJ, Vertosick EA, Lewith G, et al; Acupuncture Trialists’ Collaboration. Acupuncture for Chronic Pain: Update of an Individual Patient Data Meta-Analysis. J Pain. 2018

Szilard, Hamvas & Monika, Havasi & Szőke, Henrik & Gabor, Petrovics & Gabriella, Hegyi. (2017). Different Techniques of Acupuncture–Part of the Traditional Chinese Medicine and “Evidence Based Medicine”. Journal of Traditional Medicine & Clinical Naturopathy.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *