Menu Tutup

Bekam: Pelayanan Kesehatan Tradisional

Bekam: Pelayanan Kesehatan Tradisional

Bekam merupakan salah satu pelayanan kesehatan tradisional yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia. Pelayanan kesehatan tradisional ini merupakan salah satu perawatan kesehatan tertua di dunia: berusia ribuan tahun dan telah dipraktikkan oleh berbagai macam peradaban besar kuno di dunia, termasuk Mesir, Persia, Babilonia, Cina, India, Yunani dan Romawi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika bekam diminati oleh semua kalangan.

Bekam tidak hanya berkembang di Asia, di negara-negara barat seperti Eropa dan Amerika melalui penelitian ilmiah, para ahli menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam dapat menyembuhkan berbagai penyakit secara aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran modern, sehingga saat ini banyak bermunculan ahli bekam di kota-kota besar Amerika dan Eropa.

Proses Bekam

Pada proses terapi pembekaman, terjadi bendungan lokal, di mana stimulasi titik meridian, menyebabkan hipoksia dan radang, sehingga dapat memperbaiki mikrosirkulasi dan fungsi sel dengan cepat. Lima belas hari setelah terapi bekam, terjadi peningkatan elastisitas spektrin yang dapat menstimulasi kerja sistem kekebalan tubuh: sel pembunuh alami (Natural Killer cells), sehingga daya tahan tubuh meningkat baik sebagai pencegahan maupun perlawanan terhadap penyakit. Meridian atau potent points merupakan suatu sistem saluran yang membujur dan melintang di seluruh tubuh yang secara kedokteran tidak terlihat nyata tetapi dapat dibuktikan keberadaannya dengan radioaktif teknesium perteknetat, yang menghubungkan permukaan tubuh dengan organ dalam tubuh, organ satu dengan organ lainnya, organ dengan jaringan penunjang-jaringan penunjang lainnya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang bereaksi bersama apabila ada rangsangan dari kulit.

Teori Mekanisme Bekam

Ada beberapa teori yang menjelaskan mekanisme bekam, di antaranya teori Taibah dan teori Traditional Chinese Medicine (TCM). Menurut teori Taibah, terapi bekam merupakan sebuah tindakan bedah minor, di mana tekanan negatif (kekuatan isap) yang dilakukan di permukaan kulit menggunakan cup mengakibatkan kulit terisap ke dalam cup. Karena tekanan negatif ini membuat laju filtrasi kapiler menuju daerah cupping meningkat dan menurunkan absorbsi di kapiler vena yang meninggalkan daerah cupping. Peningkatan filtrasi kapiler-kapiler kulit ini menyebabkan banyaknya cairan dan zat-zat berbahaya yang terfiltrasi menumpuk di daerah cupping. Selain itu, tekanan negatif ini juga akan mengumpulkan cairan limfe dan interstisial di daerah cupping. Subtansi kimia, mediator inflamasi, dan mediator nyeri akan merangsang ujung-ujung saraf sensoris di daerah cupping dan memutus adhesi jaringan, sehingga rasa nyeri berkurang

Bekam dan Manfaat nya Bagi Tubuh

·         Tekanan darah tinggi

·         Migrain

·         Depresi, kegelisahan

·         Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia

·         Masalah kesuburan dan gangguan kandungan

·         Fibromyalgia dan arthritis

·         Jerawat dan eksim

·         Varises

·         Penyumbatan bronkus (saluran pernapasan) yang disebabkan oleh asma atau alergi.

Jika Anda memilih untuk menggunakan terapi bekam untuk mengatasi masalah kesehatan Anda, Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan bekas luka atau efek samping yang bekam berikan. Bintik-bintik merah pada kulit setelah bekam biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu 10 hari. Meskipun terapi bekam memiliki banyak manfaat, penelitian lebih lanjut diperlukan, termasuk risiko efek samping untuk pengobatan.

Tetapi jika tidak, mungkin ada baiknya menunggu penelitian ilmiah untuk menunjukkan bahwa terapi bekam baik untuk kesehatan Anda. Penelitian yang benar-benar efektif adalah bebas dari bias atau hanya “apa yang dikatakan orang”.

Jika Anda ragu untuk pergi ke rumah sakit untuk menanyakan gejala Anda, cobalah konsultasi online dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda atau bisa mengunjungi website kami di www.Indohomecare.com

Source:

Ratna Sari F, Salim MA, Ekayanti F, Subchi I. Bekam sebagai kedokteran profetik dalam tinjauan hadis, sejarah dan kedokteran berbasis bukti. Edisi kesatu. Ratna Sari F. Depok: Rajawali Pers [Internet]; 2018. Halaman 1-10

Guarneri, M. Oberg, E. & Balentine, J. MedicineNet (2016). Cupping Therapy

https://www.alodokter.com/mengenal-terapi-bekam-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *