Menu Tutup

Peran Akupunktur Medik pada Pelayanan Kesehatan

Peran Akupunktur Medik pada Pelayanan Kesehatan

Terapi akupunktur medik dapat menjadi pilihan untuk mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan saraf, endokrin (hormonal) dan imunitas. Akupunktur medik tidak hanya digunakan untuk menghilangkan nyeri. Bagi pasien yang memiliki kondisi misalnya alergi obat, pasien dengan resiko tinggi jika dilakukan operasi, akupunktur dapat menjadi pilihan. Selain itu, akupunktur juga merupakan tindakan yang relatif aman dengan sedikit efek samping. Nyeri merupakan keluhan utama terbanyak yang membawa pasien datang ke dokter. Nyeri sendiri bukan suatu penyakit, melainkan merupakan sinyal bahwa tubuh kita mengalami sesuatu yang harus dicari penyebabnya dengan baik karena bisa jadi merupakan suatu keadaan yang mengancam. Keluhan nyeri juga dapat menyebabkan keluhan seperti mual, pusing, lemas, dan bahkan bisa menyebabkan gangguan emosi. Karena nyeri bersifat  sangat kompleks, terapi nyeri biasanya bersifat multimodal  dan melibatkan multidisiplin  ilmu meliputi terapi dengan obat- obatan, terapi  intervensi,  pembedahan, rehabilitasi  medik, psikiatri, gizi, maupun terapi akupunktur medik.

Akupunktur adalah teknik penyisipan dan manipulasi jarum halus di titik-titik tertentu ada tubuh untuk mencapai tujuan terapeutik. Akupunktur telah dipraktekkan secara luas di China selama lebih dari 4000 tahun dan merupakan bagian integral dari pengobatan tradisional Tiongkok. Akupunktur didasarkan pada gagasan bahwa makhluk hidup memiliki energi batin, yang dikenal sebagai Qi (Chee diucapkan), dan itu adalah aliran energi batin yang menopang mereka. Ada dua teknik dalam terapi akupunktur, yaitu akupunktur manual dan elektroakupunktur.

Akupunktur   telah   terbukti   secara ilmiah efektif   mengatasi  nyeri. Misalnya, nyeri wajah pada neuralgia trigeminal, nyeri punggung bawah, nyeri leher, nyeri haid, nyeri pasca-infeksi herpes, maupun nyeri kronik pada kasus keganasan. Mekanisme kerja akupunktur dalam mengatasi nyeri adalah melalui  penglepasan berbagai senyawa kimiawi  dalam tubuh  di  tingkat lokal yang selanjutnya akan menstimulasi penglepasan neurotransmiter di tingkat segmental di medula spinalis dan sistem saraf pusat di otak untuk mengeluarkan zat opioid  endogen, yaitu beta endorfin  yang merupakan senyawa kimiawi yang diproduksi oleh tubuh sendiri dan berperan penting dalam mengurangi rasa nyeri.

 

Perbedaan akupunktur medik dengan tradisional

Akupunktur terbagi dua, yaitu akupunktur medik dan akupunktur tradisional. Akupunktur medik merupakan ilmu pengobatan konvensional yang dilakukan oleh tenaga medis, yaitu dokter spesialis akupunktur medik dan dokter umum yang telah kursus akupunktur medik. Sedangkan akupunktur tradisional merupakan pengobatan tradisional komplementer dan dapat dilakukan oleh tenaga selain medis dan paramedis.

Manfaat terapi akupunktur

          Mengatasi migrain dan sakit kepala

Terapi akupunktur yang dilakukan dengan tepat pada titik-titik tertentu diketahui dapat merangsang saraf untuk melepaskan hormon endorfin. Hormon inilah yang bertanggung jawab untuk mengurangi rasa sakit, sehingga membantu mengatasi migrain dan sakit kepala.

                Mengurangi nyeri punggung bawah

Terapi akupunktur menunjukkan hasil yang positif dalam memperbaiki kemampuan penderita nyeri punggung dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini karena hormon endorfin yang dilepaskan saat akupunktur dapat menurunkan nyeri punggung bawah sehingga membuat penderitanya lebih leluasa untuk melakukan aktivitas.

Memperlambat penuaan kulit

Terapi akupunktur dikatakan dapat memperlambat penuaan dengan memperbaiki elastisitas wajah. Terapi ini dikenal dengan istilah akupunktur kosmetik yang dilakukan dengan menusukkan jarum pada titik-titik tertentu di kepala, wajah, dan leher. Meski begitu, efektivitas akupunktur dalam bidang kecantikan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Akupunktur umumnya dilakukan 2–3 kali per minggu tergantung keadaan penyakitnya sampai mencapai hasil yang diharapkan. Satu seri pengobatan terdiri  atas 10–12 kali dan bila diperlukan dapat dilanjutkan dengan seri berikutnya dengan interval antarseri berkisar 1–2 minggu.

 

 

Source: http://awalbros.com/akupunktur/peran-akupunktur-medik/

 

https://www.rscarolus.or.id/article/terapi-akupunktur-untuk-mengatasi-nyeri

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *