Menu Tutup

FAST, Gejala dan Tanda Bahaya Stroke

FAST, Gejala dan Tanda Bahaya Stroke

Tahukah kamu bahwa stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker baik di negara maju maupun negara berkembang. dengan perkiraan 17,9 juta kematian setiap tahunnya? Bahkan menurut WHO, stroke juga termasuk dalam penyakit terbesar. Secara global, 15 juta orang terserang stroke setiap tahunnya, satu pertiga meninggal dan sisanya mengalami kecacatan permanen yang menyebabkan kecacatan pada penderitanya. Lalu bagaimana kamu dapat mengenali tanda dan gejala stroke?

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.

Metode F.A.S.T. untuk mengetahui adanya gejala stroke

F.A.S.T. merupakan salah satu metode sederhana yang bisa dilakukan pasien dan orang di sekitarnya untuk mengetahui adanya gejala stroke, sebelum pasien dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Metode ini dapat membantu pasien untuk mendapatkan pengobatan stroke yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Perawatan stroke yang paling efektif dapat diberikan jika diagnosis stroke dapat dilakukan dalam kurun waktu tiga jam setelah pasien mengalami gejala stroke pertamanya.

Jika Anda merasa orang di sekitar mengalami gejala stroke, segeralah bertindak cepat dan lakukan metode F.A.S.T. untuk memprediksi adanya gejala stroke pada orang tersebut. Metode ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

F—Face: Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Perhatikan, apakah salah satu sisi wajahnya ada yang kendur dan tidak terangkat ke atas.

A—Arms: Mintalah orang tersebut mengangkat kedua tangannya ke atas. Perhatikan, apakah salah satu tangannya turun ke bawah dengan sendirinya.

S—Speech: Mintalah orang tersebut untuk mengucapkan kalimat sederhana yang Anda ucapkan terlebih dahulu. Perhatikan, apakah orang tersebut bisa mengucapkan kalimat yang sama persis dengan yang Anda ucapkan, atau terdengar ada kata yang tidak diucapkan dengan baik.

T—Time: Jika Anda melihat ada salah satu gejala tersebut yang muncul, segera periksakan kondisinya ke dokter atau bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Jika perlu, catat waktu di mana Anda melihat adanya gejala awal stroke yang muncul. Informasi ini dapat membantu dokter dan tim medis untuk menentukan perawatan paling efektif untuk pasien.

Tanda dan Gejala Stroke

Berikut lima tanda-tanda stroke yang perlu kamu ketahui:

1.    Mati rasa atau kelemahan yang terjadi secara tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh

2.    Kebingungan secara tiba-tiba, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami ucapan

3.    Mengalami kesulitan melihat pada satu sisi atau kedua mata secara tiba-tiba

4.    Kesulitan berjalan dan kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba

5.    Mengalami sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui

 

Pencegahan Stroke

Cara mencegah stroke yang utama adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Berbagai tindakan pencegahan stroke, antara lain:

  • Menjaga pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang ideal adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari. Makanan yang disarankan adalah makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.
  • Berhenti merokok. Perokok berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena stroke, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Tidak merokok berarti juga mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol. Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, seseorang rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur.
  • Hindari penggunaan NAPZA. Beberapa jenis NAPZA dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.

 

 

 

 

 

Source: American Heart Association, 2014; Stroke forum, 2015

https://lifepack.id/5-tanda-dan-gejala-stroke-yang-perlu-kamu-ketahui/

https://www.halodoc.com/kesehatan/stroke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *