Perbedaan Terapi Okupasi dan Fisioterapi
Indo Homecare
505
Creator: Rizal Fauzan Azima Jumat, 19 November 2021

Tujuan terapi okupasi adalah untuk mengembangkan keterampilan motorik, keseimbangan, dan koordinasi fisik Terapi ini membantu orang yang mengalami kesulitan dengan aktivitas sehari-hari mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Terapi okupasi terutama ditujukan pada orang-orang dengan keterbatasan fisik, gangguan sensorik, gangguan kognitif, dan penyandang disabilitas. 

Occupational therapy tidak terbatas pada orang dewasa saja. Untuk anak-anak, terapi ini dapat mengembangkan keterampilan kognitif, fisik, sensorik, dan motorik. Hal-hal ini membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari di rumah dan di sekolah. 

Ketika anak Anda mengembangkan keterampilan dasar dengan baik, ia merasa puas dan percaya diri dalam menyelesaikan tugas. 

Contoh kegiatan sehari-hari ini adalah: 

  • Membuat atau menyalin teks
  • Memegang pensil
  • Menggunakan gunting
  • Menyisir rambut
  • Berdandan
  • Melempar dan menangkap bola
  • Merapikan meja

Kegiatan terapi okupasi secara khusus disesuaikan dengan topik. Semua jenis latihan ditujukan untuk membangun aspek atau keterampilan subjek yang kurang kuat. 

Misalnya, ada anak yang kesulitan mendapatkan pakaian dan selalu membutuhkan bantuan. Terapis yang merawat anak ini harus terlebih dahulu mengamati kelebihan dan kekurangan anak. Baru setelah ia menyusun berbagai latihan tentang berbagai teknik latihan dan penggunaan sensasi yang membantu anak-anak berpakaian. 

Misalkan sulit untuk memahami di mana seorang anak mulai berpakaian. Terapis dapat mengatur aktivitas untuk menampilkan pola pakaian yang Anda kenakan sehari-hari, seperti menekan lengan baju, memasukkan kancing, dan menggerakkan kaki Anda untuk mengenakan celana.

Apa beda nya dengan Fisioterapis?

Terapi okupasi dan fisioterapi ditujukan untuk orang-orang dengan keterbatasan fisik seperti cacat dan kecelakaan. Banyak orang bingung kedua terapi ini karena aktivitas dan niat di baliknya tampaknya hampir sama. 

Perbedaan yang perlu digaris bawahi adalah tujuan utamanya. Terapi fisik berfokus pada fungsi motorik dan mobilitas. Meskipun terapi okupasi berfokus pada kemandirian subjek. Tujuan terapi okupasi adalah untuk memungkinkan orang yang terkena dampak untuk hidup semandiri mungkin dalam aktivitas sehari-hari mereka. 

Fisioterapi dapat membantu Anda pulih dari cedera setelah kecelakaan. Terapi ini dapat terdiri dari olahraga, pijat, dan teknik lain yang membantu memulihkan mobilitas seseorang. Terapi fisik juga membantu pasien menghindari ketergantungan dalam pengobatan jangka panjang. 

Terapi okupasi itu sendiri membantu penyandang disabilitas menjalani kehidupan sebebas mungkin. Aspek dasarnya adalah kemampuan untuk mengembangkan fungsi motorik seperti berjalan, berdiri, duduk dan berdiri (seperti fisioterapi). Namun, seperti disebutkan di atas, fungsi motorik dasar ini didedikasikan untuk aktivitas sehari-hari. 

Terapi okupasi tidak terbatas pada peningkatan keterampilan motorik. Tetapi juga mempertimbangkan aspek praktis. Berlatih di lingkungan rumah, membuat alat untuk aktivitas sehari-hari, dan berlatih dengan alat-alat ini merupakan aspek penting dari terapi okupasi.

Siapa yang Akan Mendapatkan Manfaat Terapi Okupasi 

Seperti yang telah disebutkan, baik orang dewasa maupun anak-anak dapat memperoleh manfaat dari terapi ini. Untuk anak-anak, berikut beberapa contoh kondisi medis: 

  • Keterlambatan tumbuh kembang anak
  • Pemulihan pasca operasi
  • Luka bakar
  • Gangguan kelahiran atau cidera proses kelahiran
  • Gangguan sensorik
  • Cedera traumatis (tulang belakang atau otak)
  • Gangguan mental dan perilaku
  • Autisme
  • Cidera Tulang

Contoh di atas hanyalah beberapa dari sekian banyak kasus yang ada. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak atau terapis Anda tentang kasus khusus Anda.  Indohomecae menyediakan layanan terapi untuk wilayah Jabodetabek. Jika Anda memerlukan saran, perawatan untuk bayi Anda atau lansia, silakan kunjungi situs web kami di www.Indohomecare.com atau hubungi kami menggunakan opsi kontak yang tersedia.

Referensi
  • Tidak ada referensi

Komentar

Posting Sebuah Komentar
Anda belum login, silahkan login disini!
Belum ada komentar